Perkembangan Kognitif
2.konstruktivisme sosial.
Secara bahasa, kata ‘cognitive; berasal dari kata cognition yang artinya ialah pengertian atau mengerti.Sedangkan kognitif dapat dimaknai sebagai sebuah proses yang terjadi secara internal dalam pusat susunan sarag ketika manusia sedang berpikir.Sederhananya, kognitif ialah seluruh aktivitas mental yang membuat seorang individu untuk mampu menghubungan, mempertimbangkan dan menilai suatu peristiwa. Sehingga, individu tersebut akan mendapatkan pengetahuan setelahnya.
A.Pengertian Kognitif Menurut Para Ahli
1. Menurut Williams dan Susanto
Kognitif adalah bagaimana seseorang dalam memecahkan sebuah masalah dilihat dari cara seseorang itu bertingkah laku, bertindak dan cepat atau lambatnya.
2. Menurut Neisser
Kognitif itu hanya bicara tentang tiga konsep yaitu perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan.
3. Menurut Gagne
Kognitif merupakan proses internalisasi ilmu pengetahuan yang terjadi pada susunan saraf pusat ketika seseorang berfikir memahami sesuatu.
4. Menurut Drever
Kognitif adalah istilah umum yang dipakai untuk memahami sebuah metode pembelajaran. Metode pemahaman, yakni persepsi, penilaian, penalaran, imajinasi, dan penangkapan makna adalah sepaket dengan kognitif.
5. Menurut Piaget
Menurut Piaget adalah kegiatan seorang anak bagaimana ia beradaptasi dan menginterpretasikan obyek serta kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar dirinya.
B.Teori- teori Perkembangan Kognitif Menurut Para Ahli. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget.
a. Tahapan Sensorimotor (Terjadi pada anak usia 0 – 2 tahun).
b.Tahapan Pra Operasional (Terjadi pada usia 2 -7 tahun).
c.Tahapan Operasional Konkrit (Terjadi pada usia 7 – 11 tahun).
d.Tahapan Operasional Formal (Terjadi pada usia 11 tahun hingga anak dewasa).
C.Fungsi Kognitif
1. Merasakan dan Mengenali.
2. Kemampuan Mengolah Bahasa.
3. Fungsi Eksekutif.
4.Memori dan daya ingat.
5.Perhatian.
D.Tiga Level Perkembangan Kognitif
Secara garis besar perkembangan kecerdasan kognitif dibagi menjadi tiga level, yaitu sebagai berikut:
1. Level Mengingat dan Memahami
Level ini menunjukkan tingkat kemampuan yang paling rendah karena hanya menuntut pengetahuan dan pemahaman peserta didik. Jika mengacu pada taksonomi Bloom, soal level 1 ini mencakup soal C1 (mengingat) dan C2 (memahami).
2. Level Mengaplikasikan
Pada level ini, tingkat kemampuannya tentu lebih tinggi daripada level 1 karena menuntut peserta didik untuk mampu menerapkan. Jika mengacu pada taksonomi Bloom, soal level 2 mencakup soal C3 (mengaplikasikan).
3. Level Menganalisis, Mengevaluasi dan Mencipta
Tingkat kemampuan soal pada level 3 ini paling tinggi di antara dua level sebelumnya karena menuntut peserta didik untuk bisa menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi. Jika mengacu pada taksonomi Bloom, soal level 3 ini mencakup soal C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta).
E.Contoh Perkembangan Kognitif
berikut contoh-contoh perkembangan kognitif:
1.Aspek Auditory, aspek auditory dalam perkembangan kognitif berkaitan dengan bunyi atau suara. Contohnya adalah mendengar nyanyi, bunyi, alat musik.
2.Aspek Visual, aspek ini terkait visual, contohnya perhatian, penglihatan dan pengamatan seperti menyusun puzzle.
3.Aspek Taktil, berkaitan dengan indra peraba untuk mengenali tekstur. Contohnya aktivitas untuk membedakan tekstur tebal tipis, panas dingin.
4.Aspek Kinestetik, berkaitan dengan kemampuan anak dalam kelancaran gerak motorik halus. Contohnya melukis, berjalan, melompat, menggunting.
5.Aspek Artimatika, berkaitan dengan kemampuan berhitung serta kemampuan dasar matematika anak. Contohnya adalah aktivitas menghitung benda, mengumpulkan benda sesuai jumlah dari angka, menjalakan prosedur-prosedur dasar seperti tambah, kurang, bagi, kali.
6.Aspek Geometri, berkaitan dengan konsep bentuk objek maupun ukuran. Contohnya seperti aktivitas untuk mengukur benda atau aktivitas memilih-milih benda sesuai dengan warna, ukuran maupun bentuk seperti membandingkan dua benda berdasarkan ukuran dan bentuk.
7.Aspek Sains Permulaan, berkaitan dengan eksplorasi, demontrasi, percobaan maupun pendekatan sains maupun logika. Contohnya seperti aktivitas ketika menjalankan percobaan fisika yang sederhana, eksplorasi dari berbagai benda yang ada di lingkungan serta diskusi mengenai objek maupun fenomena tertentu.



Komentar
Posting Komentar