Perkembangan Sosial

 

     Pengertian perkembangan sosial adalah proses ketika anak-anak belajar untuk berinteraksi dengan orang yang ada di sekitarnya.
      Sementara itu, perkembangan sosial menurut Hurlock (ahli psikologi perkembangan) adalah perkembangan perilaku yang sesuai dengan tuntunan sosial. Itulah mengapa keterampilan ini penting untuk dimiliki anak.

  Ketrampilan sosial yang baik memungkinkan anak-anak untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan teman sebayanya.
 Perkembangan sosial dapat mempengaruhi berbagai perkembangan lain yang dialami anak. Adapun pentingnya perkembangan sosial bagi anak, yaitu:

  1. Mengembangkan keterampilan berbahasa
  2. Menumbuhkan rasa empati
  3. Meningkatkan kemampuan dalam menjalin pertemanan
  4. Membangun harga diri
  5. Memperkuat keterampilan belajar
  6. Meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik
  7. Membangun perilaku yang positif.

      Aspek-aspek perkembangan sosial anak usia dini, meliputi berbagi, kerja sama, mendengarkan, mengikuti arahan, menghargai privasi, membuat kontak mata, hingga menggunakan tata krama.

A.Tahap Perkembangan Anak Usia Dini

1.Tahun

     Saat mencapai usia 1 tahun, kemampuan sosial anak akan mulai terlihat saat mereka berinteraksi dengan orang-orang di sekitar.

  Perkembangan sosial ditunjukkan ketika mereka ingin memulai komunikasi dengan orang yang ada di dekatnya, seperti menunjuk benda yang diinginkan dan menyuarakan ekspresinya.

2.Tahun

    Saat menginjak usia 2 tahun, anak-anak akan melihat dunianya secara eksklusif hanya dari kebutuhan dan keinginannya.Sebab,mereka belum bisa mengerti perasaan orang lain dan akan berasumsi bahwa setiap orang memiliki perasaan dan keinginan yang sama dengannya.

    Selanjutnya, anak berusia 2 tahun sudah bisa meniru perilaku orangtuanya. Misalnya, mereka akan membawa boneka kesayangannya ke tempat tidur dan berpura-pura memberinya makan. Tidak hanya itu, mereka juga bisa meniru suara dan intonasi orangtuanya.

3.3 Tahun

  Saat  berulang tahun yang ketiga, perkembangan sosial emosional anak usia dini akan semakin terlihat. Sifat egoisnya akan mulai menghilang dan mereka juga akan terlihat lebih mandiri karena merasa identitasnya sudah lebih kuat.Terlebih lagi, si anak sudah bisa lebih mengerti perasaan anak-anak yang lainnya. Pada fase ini, mereka mulai mampu menunjukkan sifat solidaritas, kerja sama saat sedang bermain dengan temannya, dan mau berbagi mainan. Si kecil pun sudah bisa meminta dengan baik jika mereka ingin meminjam mainan dari temannya.

4. 4 Tahun

  Di usia 4 tahun, perkembangan sosial anak akan semakin matang, mengingat mereka akan bersiap-siap untuk masuk taman kanak-kanak (TK).Kini, ketertarikannya dalam bermain dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya akan meningkat. Usia 4 tahun dianggap sebagai waktu yang cocok untuk memperkenalkan anak terhadap ekstrakurikuler yang mendukung interaksi sosial.

5.5 Tahun

    Saat si kecil menginjak berusia 5 tahun, ketertarikannya untuk mencari teman baru akan semakin tinggi, bukan hanya orang-orang di lingkarannya. Anak pun akan keluar dari zona nyamannya dan mencari teman baru lain.

   Perkembangan sosial pada usia 5 tahun sangatlah penting karena kemampuan sosial akan berpengaruh terhadap kehidupannya di TK.

6.6 Tahun

  Di usia 6 tahun, anak-anak mulai menunjukkan lebih banyak kemandirian. Pertemanan dengan teman sebaya menjadi lebih penting dari sebelumnya. Mereka ingin disukai dan diterima oleh kelompok sebayanya.Pada tahap ini, anak laki-laki cenderung bermain dengan anak laki-laki, dan anak perempuan dengan anak perempuan

7.7 Tahun

     Pada usia 7 tahun, anak-anak cukup mandiri, tetapi masih terikat dengan orangtuanya. Mereka juga mampu membentuk hubungan yang bermakna dengan orang dewasa lain, seperti anggota keluarga besar atau guru di sekolah.

8.8 Tahun

    Anak berusia 8 tahun cenderung terampil berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebayanya. Mereka menggunakan lebih banyak kontak mata saat berbicara, serta telah membangun beberapa pertemanan yang stabil.

  Diusia ini, anak sangat menghargai persahabatan, mampu membuat pilihan tentang siapa yang mereka inginkan sebagai teman, dan menghargai karakter orang yang berbeda. Mereka juga biasanya ingin menjadi bagian dari tim atau organisasi di sekolah.

9.9 Tahun

     Perkembangan sosial anak 9 tahun dapat ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk menjadi bagian dari suatu kelompok. Misalnya, mereka merasa senang menjadi bagian dari kelompok Pramuka atau tim olahraga.

B.Cara merangsang perkembangan sosial anak

1.Berbicara dan menatap matanya
   Berbicara dengan anak dan menatap matanya dapat merangsang perkembangan sosial anak. Untuk mengasah keterampilan tersebut, Anda juga dapat mencoba bertanya pada si kecil meskipun mereka belum mampu menjawabnya.

2.Jadilah orangtua yang empati
    Jika ingin anak-anak memiliki sifat empati, tentunya Anda harus menjadi panutan yang baik. Jadilah orangtua yang empati dan lakukan hal-hal positif di depan anak. Misalnya, menolong orang yang membutuhkan.

3.Anak anak bersosialisasi
      Mengajak anak ke luar rumah adalah salah satu cara untuk merangsang perkembangan sosialnya. Dengan begitu, mereka dapat bertemu dengan teman sebayanya. Misalnya, Anda dapat mengajak anak bermain dengan anak tetangga di taman.

4.Jangan paksakan anak
     Jika memang tidak menyukai situasi sosial tertentu, jangan paksakan anak untuk bertahan di sana. Biarkan anak Anda keluar dari ‘tempat persembunyiannya’ secara alami. Memaksa anak hanya akan membuatnya semakin tidak nyaman

Komentar

Postingan Populer