Implikasi Kurikulum Merdeka Terhadap Pengembangan Potensi Siswa dan Karakter Sesuai Profil Pelajar Pancasila
Kurikulum dimaknai sebagai sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar agar bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik.
Kurikulum Merdeka dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis pembelajaran yang telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam hal yang mendasar seperti literasi membaca.
Salah satu fitur utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
Hadirnya Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dalam Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas. Namun, juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau yang disebut sebagai wujud Profil Pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila menjadikan pelajar Indonesia menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi tinggi, berkarakter, serta berperilaku sesuai dengan Pancasila. Ada 6 Profil Pelajar Pancasila yang harus diwujudkan oleh generasi Indonesia. Yaitu sebagai berikut:
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia
Siswa yang memiliki karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia artinya Pelajar Pancasila yang beragama dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai agama dan norma kehidupan. Adapun elemen profil Pelajar Pancasila ini, yaitu akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak bernegara, dan akhlak kepada alam.
2. Berkebinekaan Global
Berkebhinekaan globall artinya menjadi pelajar yang dapat mempertahankan kebudayaan luhur, lokalitas, dan identitasnya di tengah era globalisasi saat ini. Selain itu, anak-anak Indonesia juga diharapkan memiliki sikap saling menghargai dan memungkinkan adanya budaya baru yang positif tanpa bertentangan budaya luhur bangsa.
3. Gotong Royong
Gotong royong merupakan salah satu sifat atau karakter bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, anak-anak Indonesia pun harus memiliki karakter gotong royong ini. Dengan memiliki karakter gotong royong, pelajar Indonesia bisa bersama-sama dengan sukarela mengerjakan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.
Gotong royong membuat suatu pekerjaan jadi lebih mudah, ringan, dan berjalan lancar. Elemen dari gotong royong, yaitu kepedulian, kolaborasi, dan berbagi.
4. Bernalar Kritis
Untuk menghadapi era globalisasi, setiap anak harus memiliki kemampuan bernalar kritis yang baik. Bernalar kritis artinya kemampuan berpikir secara objektif untuk memproses informasi baik kualitatif atau kuantitatif, menganalisis informasi, mengevaluasi, serta menyimpulkannya. Elemen dari bernalar kritis, yaitu memperoleh informasi dan gagasan, analisis dan evaluasi nalar, refleksi pemikiran dan proses berpikir, serta pengambilan keputusan.
5. Mandiri
Mandiri artinya seseorang yang bisa bertanggung jawab atas perilaku serta hasil belajarnya sendiri. Elemen mandiri mencakup sadar terhadap diri serta situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
6. Kreatif
Pelajar Indonesia juga harus memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi. Pelajar yang kreatif artinya mampu memodifikasi serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, original, serta berdampak baik. Elemen dari kreatif, yaitu mampu menghasilkan gagasan, karya, dan tindakan yang original.
6 Profil Pelajar Pancasila tersebut menjadi tujuan dari kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Profil Pelajar Pancasila ini diwujudkan melalui kegiatan project atau yang disebut dengan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Kurikulum Merdeka. Proyek ini penting dilaksanakan untuk memberikan kesempatan pada siswa dalam mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter. Selain itu, proyek ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui lingkungan sekitarnya secara mandiri.
Tujuan Adanya Profil Pelajar Pancasila
Tujuan adanya Profil Pelajar Pancasila, yaitu sebagai kompas bagi pendidik maupun pelajar Indonesia. Profil pelajar Pancasila ini membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter serta dapat menghadapi dunia karir dan era globalisasi yang akan datang.
Selain itu, Profil Pelajar Pancasila juga menjabarkan tujuan pendidikan nasional secara rinci mengenai cita-cita dan misi serta tujuan pendidikan ke siswa dan seluruh komponen dalam pendidikan. Dengan begitu, pendidik dan pelajar bisa mengetahui harapan negara dari pendidikan dan mampu mewujudkannya bersama-sama.
Melalui Profil Pelajar Pancasila, pelajar Indonesia memiliki kompetensi yang demokratis untuk menjadi manusia unggul serta produktif di abad ke-21 di era teknologi semakin canggih dan globalisasi. Selain itu, pelajar Indonesia diharapkan bisa berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta kuat menghadapi tantangan dalam kehidupan yang akan datang.
Profil Pelajar Pancasila menjadi tujuan jangka panjang dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah untuk membentuk kompetensi serta karakter yang penting bagi setiap warga sekolah. Pelajar Pancasila juga menjadi benang merah yang bisa mempersatukan segala praktik yang dapat dijalankan di sekolah.
Daftar Pustaka
https://www.smkprofitabandung.sch.id/berita/detail/424208/implementasi-kurikulum-merdeka---sosialisasi-projek-penguatan-profil-pelajar-pancasila/
https://blog.kejarcita.id/profil-pelajar-pancasila-kurikulum-merdeka/amp/



Komentar
Posting Komentar